BREAKING NEWS

Pulang dari Inggris, Presiden Bawa 'Oleh-oleh' Rp90 Triliun dan 600 Ribu Lapangan Kerja! Simak Rinciannya


 LONDON – Lawatan kenegaraan Presiden Republik Indonesia ke Inggris, Kamis (22/1/2026), bukan sekadar seremonial diplomatik. Kunjungan ini sukses mengamankan "kado" besar bagi perekonomian nasional berupa komitmen investasi jumbo dan kesepakatan strategis yang berdampak langsung pada rakyat.


Sekretaris Kabinet (Seskab), Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa diplomasi "Merah Putih" di tanah Britania Raya menghasilkan langkah konkret. Tidak tanggung-tanggung, total komitmen investasi yang diraih mencapai 4 miliar pound sterling atau setara Rp90 triliun.


"Setiap kunjungan kenegaraan harus menghasilkan dampak konkret dan produk nyata bagi kepentingan nasional," tegas Teddy kepada awak media di Inggris, Rabu (21/1/2026).


Banjir Lapangan Kerja di Sektor Maritim

Poin paling krusial dari kesepakatan ini adalah efek dominonya terhadap penyerapan tenaga kerja. Salah satu kesepakatan utama adalah pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan dirakit langsung di Indonesia.


Proyek raksasa ini diproyeksikan menyerap 600.000 tenaga kerja baru, dengan rincian:


400.000 tenaga produksi/galangan kapal.


30.000 awak kapal.


170.000 tenaga kerja dari industri pendukung (multiplier effect).


Pendidikan: Menggandeng Oxford hingga King's College

Tak hanya urusan ekonomi fisik, Presiden juga fokus membangun sumber daya manusia (SDM). Dalam pertemuan maraton dengan 24 profesor dari universitas elit dunia—seperti Oxford University, King’s College London, Imperial College London, dan University of Edinburgh—tercapai kesepakatan revolusioner.


Inggris dan Indonesia menjajaki pembangunan 10 kampus baru di Tanah Air yang fokus pada kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).


"Kerja sama mencakup pertukaran dosen, peningkatan jumlah mahasiswa, hingga peluang pembukaan cabang universitas Inggris di Indonesia," jelas Seskab Teddy. Langkah ini diambil untuk mendongkrak peringkat perguruan tinggi Indonesia di kancah global melalui kolaborasi dengan Russell Group.


Sikap Tegas: Cabut Izin 28 Perusahaan "Nakal"

Di tengah agenda diplomasi yang padat, Presiden tetap menunjukkan taringnya dalam penegakan hukum lingkungan di dalam negeri. Berdasarkan laporan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Presiden memutuskan langkah drastis: Mencabut izin 28 perusahaan.


Perusahaan yang "diamputasi" izinnya karena melanggar aturan tersebut terdiri dari:


22 Perusahaan sektor kehutanan.


6 Perusahaan sektor pertambangan.


Keputusan ini selaras dengan pembicaraan Presiden bersama Raja Charles III, di mana Inggris menyatakan dukungan penuh pada pemulihan 57 taman nasional di Indonesia, termasuk konservasi gajah di Way Kambas dan Aceh bersama WWF.


Menuju Davos: Memperkenalkan "Prabowonomics"

Setelah merampungkan agenda di Inggris dengan hasil gemilang, Presiden dijadwalkan langsung bertolak ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 pada 22 Januari.


Di panggung ekonomi dunia tersebut, Presiden akan memaparkan konsep ekonomi khas Indonesia yang dijuluki “Prabowonomics”, serta memamerkan capaian satu tahun pemerintahan yang diklaim pro-rakyat dan pro-pertumbuhan berkelanjutan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image