Polri Mengajar Perluas Akses Pendidikan Digital Berbasis Teknologi
Jakarta - Program Polri Mengajar menghadirkan layanan pendidikan digital yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat, khususnya pelajar dari jenjang SD hingga SMA, melalui platform pembelajaran daring yang mudah digunakan dan berbasis teknologi.
Melalui situs resmi https://polrimengajar.ilmci.com/ peserta didik dapat mengakses lebih dari 30.000 video pembelajaran sesuai kurikulum nasional, serta 3.000 lebih video pendidikan akhlak yang mencakup wawasan kebangsaan, bela negara, dan national character building.
Untuk mengakses layanan tersebut, pengguna cukup membuka laman Polri Mengajar dan memilih menu Pendidikan di pojok kanan atas halaman. Bagi pengguna yang telah memiliki akun, proses pembelajaran dapat langsung dimulai dengan memasukkan email dan kata sandi. Sementara bagi pengguna baru, pendaftaran dapat dilakukan dengan memilih menu daftar di sini, kemudian mengisi data diri berupa nama lengkap, nomor telepon, email, serta kata sandi.
Selain materi akademik, platform Polri Mengajar juga menyediakan beragam konten pengayaan, seperti pembelajaran bahasa asing, coding, game edukasi, latihan TOEFL dan TOEIC, hingga materi anti-korupsi, sejarah nasional, pahlawan nasional, dan kearifan lokal. Fitur pendukung lainnya meliputi e-flashcard, e-book, serta berbagai modul interaktif yang dirancang untuk meningkatkan minat dan kualitas belajar siswa.
Menanggapi kehadiran platform tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, pada Rabu (28/01/2026), mengajak para guru dan orang tua untuk aktif mensosialisasikan pemanfaatan Polri Mengajar kepada para siswa. “Platform ini sangat mudah diakses dan memiliki manfaat besar bagi peserta didik. Karena itu, kami mengajak para guru dan orang tua untuk ikut mendorong dan mendampingi anak-anak dalam memanfaatkan layanan Polri Mengajar sebagai bagian dari proses belajar,” ujar Murthalamuddin.
Murthalamuddin menegaskan, di era teknologi modern saat ini, peserta didik dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar proses belajar-mengajar tetap dapat diakses, meskipun berada di tengah berbagai keterbatasan. “Transformasi digital dalam pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan pemanfaatan platform pembelajaran digital seperti ini, siswa tetap bisa belajar secara berkelanjutan, baik di sekolah maupun secara mandiri di rumah,” tambahnya.
Murthalamuddin berharap pemanfaatan Polri Mengajar dapat menjadi solusi pembelajaran alternatif yang efektif, khususnya bagi wilayah yang mengalami keterbatasan akses pendidikan akibat kondisi geografis, bencana, atau situasi darurat lainnya.
Dengan dukungan semua pihak baik guru, orang tua, dan pemerintah maka platform Polri Mengajar diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan digital serta meningkatkan kualitas pembelajaran bagi generasi muda, harap Murthalamuddin.
