Main di Liga Hockey Polandia, Revo Rindukan Jadi ASN Kemenpora
Jakarta — Di tengah dinginnya musim kompetisi Liga Super Hockey Polandia, nama Revo Priliandro kembali mengharumkan olahraga Indonesia. Bek Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia itu kini tampil reguler bersama LKS Gasawa HC, klub papan atas Polandia. Namun, di balik karier internasional yang kian menanjak, Revo masih menyimpan satu harapan sederhana: menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Revo bukan atlet yang lahir dari kenyamanan. Sebelum sepenuhnya mengabdikan diri untuk Merah Putih, ia pernah menjadi guru di SMAN 12 Bandung. Profesi itu dilepaskannya demi fokus mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia menghadapi SEA Games. “Saya dulu sempat mengajar di SMAN 12 Bandung. Tapi karena harus fokus pelatnas dan TC di luar negeri, saya memilih mundur. Tidak enak meninggalkan pekerjaan terlalu lama,” ujar Revo sebagimana siaran persnya yang diterima InfoPublik, Minggu (18/1/2026).
Keputusan itu terbukti tidak sia-sia. Revo menjadi bagian penting dari sejarah Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia yang untuk pertama kalinya meraih medali emas SEA Games ke-32 Kamboja 2023, usai menundukkan Malaysia di partai final.
Prestasi itu bukan kebetulan. Dua tahun berselang, skuad asuhan Dhaarma Raj kembali mengukir emas pada SEA Games ke-33 Thailand 2025, sekali lagi dengan Malaysia sebagai lawan terakhir. Final berlangsung dramatis dengan skor imbang 4-4 sebelum Indonesia memastikan kemenangan.
Di tengah euforia emas Kamboja 2023, Revo sempat menerima janji dari Menpora Dito Ariotedjo untuk diangkat menjadi ASN. Namun hingga kini, janji itu belum terealisasi. Revo pun tetap bertahan menghidupi keluarga dari bonus prestasi dan kontrak bermain sebagai atlet profesional.
Kini, ia menaruh harapan baru kepada Menpora Erick Thohir agar keinginannya bisa terwujud. “Waktu itu saya memang sempat dijanjikan akan dijadikan ASN, tapi belum terealisasi. Saya berharap Pak Menpora Erick Thohir bisa membantu mewujudkan keinginan saya menjadi ASN di Kemenpora,” ucap ayah satu anak tersebut.
Perjalanan Revo bersama hockey bermula sejak bangku SMA di Sukabumi. Ia mengenal olahraga ini dari gurunya. Namun, pilihan itu sempat ditentang orang tua karena postur tubuhnya yang kecil. “Saya bahkan pernah kabur dari rumah karena tidak dapat izin ikut kejuaraan. Terpaksa nginep di rumah pelatih beberapa hari supaya tetap bisa bertanding,” kenangnya.
Tekad kuat membawanya masuk Timnas Hockey Indonesia sejak SEA Games Filipina 2019, meski saat itu ia gagal tampil akibat dualisme organisasi hockey nasional.
Kini, Revo boleh berbangga. Namanya tercatat sebagai peraih dua medali emas SEA Games bersama Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia. “Semua kerja keras dan pengorbanan akhirnya terbayar. Apalagi menang atas Malaysia yang pemain-pemainnya banyak bermain di level dunia,” ujarnya.
Bonus prestasi yang diterima tidak dihamburkan. Revo mengalokasikannya untuk investasi, tabungan pendidikan anak, dan dana darurat, sebuah refleksi kedewasaan atlet yang memikirkan masa depan.
Usai SEA Games Thailand 2025, Revo bersama Yuan Jodie Hibatullah bertolak ke Eropa. Keduanya memperkuat LKS Gasawa HC di Liga Super Hockey Polandia 2026, yang berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026.
Tak berhenti di sana, Revo juga akan tampil di Euro Indoor Hockey Club Trophy 2026 di Vienna, Austria, bersama klub yang sama—juara Liga Polandia 2025. “Saya senang bisa kembali bermain di luar negeri. Sebelumnya saya bermain di Republik Ceko. Target saya membantu tim mempertahankan gelar liga dan meraih podium di Euro,” tegasnya.
Soal nilai kontrak, Revo memilih merendah. Baginya, pengalaman, jam terbang, dan peningkatan kualitas jauh lebih penting demi menopang kekuatan Timnas Hockey Indoor Indonesia di masa depan. “Honor itu relatif. Yang terpenting pengalaman bermain di Liga Polandia untuk meningkatkan prestasi saya dan tim nasional,” tutupnya.
