LPS Cetak 'The Great Leap', Bayar Klaim Nasabah Kini Cuma 5 Hari! Simak Kinerja Lengkap 2025
JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kian trengginas dalam menjaga benteng stabilitas sistem keuangan nasional. Tak hanya mencatatkan pembengkakan aset yang signifikan, lembaga antirasuah kegagalan bank ini makin gesit dalam melayani nasabah.
Kabar baik bagi para deposan, proses pembayaran klaim simpanan nasabah dari bank yang dicabut izin usahanya kini jauh lebih cepat. Jika lima tahun lalu nasabah harus menunggu hingga 14 hari kerja, kini rata-rata dana cair hanya dalam waktu 5 hari kerja.
Hal ini terungkap dalam pemaparan kinerja LPS tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menegaskan bahwa percepatan ini adalah bukti transformasi efisiensi resolusi bank yang dilakukan LPS.
Rekam Jejak Resolusi: Ratusan Bank "Diselamatkan"
Sepanjang sejarah berdirinya, LPS telah melakukan langkah tegas berupa resolusi bank melalui metode likuidasi terhadap:
1 Bank Umum
130 Bank Perekonomian Rakyat (BPR)
16 BPRS
Tak hanya likuidasi, LPS juga melakukan penyelamatan strategis berupa penempatan modal sementara pada 1 bank umum dan konversi modal (bail-in) pada 1 BPR.
"Setiap bank di Indonesia, baik bank umum maupun BPR, tanpa terkecuali merupakan anggota program penjaminan LPS. Dari waktu ke waktu, pembayaran klaim kepada nasabah penyimpan semakin cepat," ujar Farid.
Aset Gemuk, Keuangan Solid
Dari sisi neraca keuangan, LPS menunjukkan otot yang makin kuat. Data unaudited tahun 2025 memperlihatkan total aset LPS melonjak 13,6% menjadi Rp276,2 triliun.
Kinerja ciamik ini juga tercermin dari surplus yang dibukukan sebesar Rp33,8 triliun (naik 13,8% yoy), serta peningkatan Cadangan Penjaminan menjadi Rp213,4 triliun.
Keuangan yang sehat ini berdampak langsung pada kontribusi LPS terhadap kas negara dan perekonomian, antara lain:
Pembayaran Pajak: Rp3 triliun (Naik 15,3% dari 2024).
Pembelian SBN: Rp51,4 triliun (Naik 8,4% dari 2024).
LPS juga aktif dalam kegiatan sosial melalui LPS Peduli, termasuk menggelontorkan bantuan Rp1,4 miliar untuk korban banjir Sumatera sebagai bentuk empati kemanusiaan.
2026: Era "The Great Leap" & Penjaminan Polis
Menatap masa depan, Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mencanangkan tahun 2026 sebagai momentum lompatan besar atau The Great Leap.
Fokus utama LPS kini tidak hanya pada perbankan, namun bersiap mengemban amanat baru yang krusial: Program Penjaminan Polis Asuransi yang ditargetkan efektif pada 2027.
Selain itu, digitalisasi BPR dan literasi keuangan untuk menekan angka unbanked people menjadi prioritas strategis yang akan digarap secara kolaboratif bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) lainnya.
"Kami akan menggunakan segenap sumber daya LPS untuk menjadi lembaga resolusi yang terdepan dan terpercaya di kawasan regional, guna turut serta memelihara stabilitas sistem keuangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas Anggito.
