BREAKING NEWS

Dinsos Batang Catat 13.065 Nasi Bungkus Tersalurkan untuk Korban Bencana hingga Hari Kesembilan

Batang - Dinas Sosial Kabupaten Batang mencatat ribuan bantuan logistik telah tersalurkan kepada warga terdampak bencana banjir dan longsor hingga hari kesembilan masa tanggap darurat.

Kepala Dinas Sosial Batang Willopo mengatakan, dapur umum terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para penyintas dan relawan di sejumlah titik terdampak.

“Total nasi bungkus yang sudah dibagikan mencapai 13.065 bungkus. Jika dirata-ratakan senilai Rp 10.000 per bungkus, nilainya sekitar Rp.130 juta lebih,” katanya saat ditemui di Kantor Dinsos Batang, Kabupaten Batang, Selasa (27/1/2026).

Dijelaskannya, nasi bungkus yang dibagikan berisi lauk sederhana namun bergizi seperti telur, mi, bihun, serta oseng kacang panjang. Selain makanan utama, dapur umum juga menyediakan minuman seperti teh dan kopi bagi para relawan.

“Dukungan logistik juga datang dalam bentuk bahan mentah dan perlengkapan dapur, antara lain minyak goreng, bawang merah, bawang putih, seledri, kubis, wortel, hingga perlengkapan pembungkus seperti karet dan plastik,” jelasnya.

Ia menuturkan, bantuan logistik maupun tenaga relawan berasal dari berbagai unsur, mulai dari lembaga keuangan, organisasi masyarakat, hingga instansi kesehatan. Beberapa pihak yang terlibat antara lain PMI, Bank Jateng, BPJS Kesehatan Pekalongan, BPJS Ketenagakerjaan Batang, serta PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).

“Dukungan juga datang dari organisasi profesi dan kemasyarakatan seperti Persagi, Muhammadiyah, Fatayat NU, Rifa’iyah, Srikandi PP, dan Pramuka. Sementara dari unsur kesehatan, bantuan diberikan oleh Klinik dr. Heny Rosita Sijono,” terangnya.

Selain itu, penanganan di lapangan turut melibatkan relawan BPBD, PMI, Satpol PP, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

“Dalam operasional dapur umum, Dinas Sosial dibantu sekitar 60 hingga 70 relawan setiap harinya. Mereka bertugas mulai dari memasak, menyiapkan lauk, mengemas makanan, hingga mendistribusikannya ke lokasi pengungsian. Kerja gotong royong ini yang membuat kebutuhan dapur umum tetap terpenuhi,” tegasnya.

Willopo mengungkapkan, anggaran resmi dapur umum Dinas Sosial Kabupaten Batang dalam satu tahun hanya sebesar Rp13.350.000,00. Jumlah tersebut jauh dari cukup untuk menangani kebutuhan logistik saat bencana berskala besar. Namun, kebutuhan operasional dapat terus berjalan berkat dukungan dan donasi dari berbagai pihak.

Ia juga menyebutkan, bahwa Dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) belum dapat digunakan karena status tanggap darurat belum ditetapkan secara resmi.

“Untuk sementara kami mengandalkan sinergi dan kepedulian banyak pihak agar kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi,” pungkasnya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image