BREAKING NEWS

Cuaca Ekstrem Melanda, Industropolis Batang Salurkan Logistik Terdampak

 

Batang - Cuaca ekstrem yang diprakirakan akan terus terjadi di Januari ini, hingga berdampak banjir, menginisiasi jajaran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang untuk menyalurkan bantuan logistik kepada terdampak. Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Batang nantinya akan didistribusikan kepada warga terdampak pasca banjir di Karangasem Utara dan Cepagan Warungasem.


Bantuan logistik berupa sembako serta perlengkapan bayi diserahkan langsung oleh Kepala Departemen Corporate Communication KEK Industropolis Batang Tanya Liwail Chamdy kepada Sekretaris Dinsos Edi Widiarto, di Dinsos Batang, Kabupaten Batang,Selasa (27/1/2026).


Kepala Departemen Corporate Communication KEK Industropolis Batang Tanya Liwail Chamdy mengatakan, KEK Industropolis Batang berupaya meringankan beban warga terdampak banjir di dua wilayah tersebut, dengan menyerahkan bantuan logistik dan barang non pangan.


“Yang kami berikan berupa bahan mentah, makanan siap santap termasuk selimut dan popok bayi yang sangat dibutuhkan warga terdampak,” jelasnya.


Ia berharap, logistik bahan pangan mentah yang disalurkan ke Dinsos, dapat membantu apabila suatu ketika dapur umum kembali dibuka.


“Semoga bisa membantu dan saudara-saudara kita yang terdampak bisa semakin kuat serta sabar,” harapnya.


Ia memastikan saat ini bantuan yang diberikan baru logistik sesuai kebutuhan terdampak, nantinya apabila dibutuhkan bantuan akan kembali disalurkan.


“Hari ini kami juga akan menyalurkan ke Desa Cepagan yang menjadi salah satu wilayah terdampak terparah pasca banjir beberapa waktu lalu,” ungkapnya.


Sementara itu, Sekretaris Dinsos Batang Edi Widiarto mengapresiasi kepedulian dari jajaran KEK Industropolis Batang baik melalui Dinsos maupun mendistribusikan langsung kepada terdampak. Saat ini bantuan yang sangat dibutuhkan warga terdampak seimbang antara makanan dan non pangan.


“Mayoritas warga membutuhkan makanan maupun kebutuhan popok bayi bahkan karena banjir yang melanda Cepagan cukup besar, bantuan kasur juga akan dikirim langsung,” terangnya.


Selama dapur umum beroperasi telah mengolah 13 ribu nasi bungkus yang didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak banjir.


“Saat ini dapur umum dihentikan karena sebagian pengungsi kembali ke kediamannya, namun sebagian lainnya masih bertahan di pengungsian karena mengantisipasi banjir kembali melanda,” pungkasnya.

 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image