Hosting Unlimited Indonesia

Tim Bandit Polres Gowa Tangkap Empat Remaja Pelaku Pencurian


NEWSDAILY.ID Gowa–Polres Gowa melalui Tim Anti Bandit Satuan Reskrim kembali berhasil meringkus 4 (empat) pelaku kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor). Mereka adalah APM (19) warga Makassar, EW (20), MAS (20), dan MZ (19) warga Gowa.

Hasil ungkap itu dipaparkan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Gowa Iptu Muh Rifai didampingi Kasubbag Humas Akp M Tambunan saat menggelar press conference, Selasa (04/06) sore.

Dari informasi yang dihimpun, keempat pelaku ini diringkus ditempat berbeda, dengan aksi pencurian yang berbeda pula, dimana EW dan APM yang bekerja sama dalam aksi pencurian laptop di Lingkungan Sero Gowa, sedangkan MAS beraksi di Asrama Polisi Batangkaluku, dan MZ beraksi di sebuah rumah kost di Lingkungan Sero Gowa, dimana saat dilakukan penangkapan, mereka terpaksa diberikan tindakan tegas terukur dari petugas karena melarikan diri saat melakukan penunjukan barang bukti.

“Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita sejumlah barang diantaranya 2 (dua) unit sepeda motor yang digunakan pelaku melancarkan aksinya, 1 pasang velg, 1 unit TV, serta 1 buah helm,” tambah Kasat Reskrim.

Lebih lanjut, para tersangka ini diketahui sudah beberapa kali melakukan aksi kejahatan serupa di wilayah hukum Polres Gowa, hingga Kota Makassar.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Gowa Akp M Tambunan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap berbagai aksi kejahatan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Mari masyarakat agar selalu waspada, sehingga dapat mempersempit pula ruang gerak para pelaku yang hendak melakukan aksinya,” ucap Akp Tambunan.

Adapun keempat tersangka ini masing-masing dijerat dengan Pasal 363 KUHP ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Penyebab terjadinya kriminalitas – pencurian dan perampokan dari aspek sosial – psikologi adalah faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. Seperti setiap individu dalam masyarakat mempertahankan kebenaran relatif, merasa pendapatnyalah yang paling benar dalam berinteraksi sosial.

Kebenaran relatif itu relatif bisa menciptakan suatu sikap untuk mempertahankan pendapatnya – diri – atau egosentris dan fanatis yang berlebihan. Jika seorang tidak bijaksana dalam menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tecipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjangan ekonomi, ketidakadilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman dari pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Subscribe to receive free email updates: